Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434H
Andai jemari tak sempat berjabat, andai raga tak dapat bertatap, seiring bedug yang menggema, seruan takbir yang berkumandang, kuhaturkan salam menyambut hari raya idul fitri, jika ada kata serta khilafku membekas lara, mohon maaf lahir dan batin..
KHUSYU DAN KUDHU DALAM SHALAT
KHUSYU DAN KUDHU DALAM SHALAT
Banyak orang yang mengerjakan shalat, bahkan sebagian mendirikannya secara berjamaah.Akan tetapi demikian buruknya shalat mereka,sehingga tidak mendapatkan pahaladari shalatnya. Shalat mereka bagaikan kain buruk yang akan dilemparkan ke wajah mereka,seolah-olah tidak mengerjakan shalat adalah lebih baik. Memang balasan seperti ini tidak sepedih adzab yang diberikan kepada orang yang meninggalkan shalat. Seseorang yang meninggalkan shalat akan menerima adzab yang lebih beratlagi. Walaupun untuk mendirikan shalat kita harus mengorbankan waktu, meninggalkanpekerjaan, dan menemui berbagai kesulitan, namun shalat harus dikerjakan dan diusahakan dengan sebaik-baiknya.
Semakin kita ikhlas dalam ibadah maka semakin dikabulkan oleh Allah SWT. Keikhlasan serta kekhusyuan dalam mengamalkan suatu ibadah itulah yang akan diterima oleh Allah SWT.
Mu'adz r.a. berkata, "Ketika Rasulullah mengutus saya ke Yaman, saya memohon kepada beliau supaya memberikan sedikit nasehat. Rasulullah saw. bersabda, "Jagalah keikhlasan dalam amalmu, karena dengan keikhlasan, amal yang sedikit akan mendatangkan pahala yang banyak."
Tsauban r.a. berkata, "Saya pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda, Berbahagialah orang yang ikhlas, karena ikhlas adalah cahaya hidayah dan karena disebabkan oleh ikhlas fitnah yang paling kejam akan menjauhinya." Dalam sebuah hadist dikatakan, "Dengan brkah orang-orang yang lemah, Allah SWT. menolong umat ini, yaitu berkat doa-doa mereka, shalat mereka, dan keikhlasan mereka."
Ada beberapa Hal yang dianjurkan ketika Mendirikan Shalat
Para Ahli sufi mengatakan ada dua belas ribu fadhilah yang dapat dicapai dalam shalat melalui dua belas hal. Sehingga dengan demikian kesempurnaan dan manfaat shalat akan tercapai. Kedua belas Hal tersebut adalah :
1. ILMU
Suatu ibadah yang diamalkan tanpa ilmu amat rendah mutunya dari pada ibadah yang diamalkan dengan ilmu yang cukup, oleh karena itu kita harus mengetahui :
a. Mana amalan fardhu dan mana yang sunnat.
b. Manakah yang fardhu atau sunnat dalam wudhu dan shalat.
c. Bagaimana syetan menghalangi kita untuk mengerjakan shalat.
2. WUDHU
Kita seharusnya berusaha:
a. Membersihkan hati kita dari iri dan dengki, seperti kita membersihkan anggota badan kita.
b. Menjaga diri kita agar bersih dari dosa.
c. Supaya jangan menggunakan air secara berlebihan.
3. PAKAIAN
Pakaian kita seharusnya:
a. Diperoleh dari hasil yang halal.
b. Bersih.
c. Menurut sunnah yaitu mata kaki jangan tertutup.
d. Sederhana dan jangan menunjukan sifat kemewahan.
4. WAKTU
Kita seharusnya dapat:
a. Memberitahu waktu yang tepat kepada mereka.
b. Mengetahui kapan adzan tiba.
c. Lebih mementingkan waktu shalat dan takut terlambat.
5. KIBLAT
Ada tiga hal yang harus diperhatikan ketika menghadap kiblat
a. Kita harus menghadap kiblat.
b. Hati kita harus selalu mengingat Allah SWT. karena kiblat hati ialah Allah SWT.
c. Kita harus taat kepada Allah SWT.
6. NIAT
Yang perlu diingat tentang niat yaitu:
a. Harus yakin terhadap shalat yang akan kita kerjakan.
b. Harus disadari bahwa kita sedang menghadap Allah SWT. yang melihat kita.
c. Harus yakin Allah SWT. mengetahui segala apa yang ada di dalam hati kita.
7. TAKBIRATUL IHRAM
Keperluan yang harus di penuhi dalam takbiratul ihram adalah :
a. Lafazh-lafazhnya diucapkan dengan benar.
b. Kedua belah tangan hendaknya diangkatsampai telinga, artinya, kita sudah melupakan segala hal kecuali Allah SWT.
c. Kebesaran Allah SWT. dapat dirasakan dalam hati pada saat kita mengucapkan Allahu Akbar.
8. QIYAM (Berdiri).
Pada waktu Qiyam kita seharusnya:
a. Memandang ketempat sujud.
b. Merasakannya di dalam hati, bahwa kita sedang berdiri dihadapan Allah SWT.
c. Melupakan yang lain selain Allah SWT.
9. QIRA'AT (Bacaan AL-QUR'AN)
Keperluan-keperluan Qira'at adalah:
a. Membaca Alquran dengan tajwidnya.
b. Menghayati ayat-ayat yang dibaca.
c. Berusaha mematuhi apa yang dibaca.
10. RUKU
Yang harus diperhatikan dalam Ruku adalah:
a. Seluruh badan dari pinggang sampai kaki harus lurus seperti satu garis.
b. Lutut dipegang kuat-kuat dan jari tangan direnggangkan .
c. Mengucapkan tasbih dengan penuh tawadhu dan khusyu.
11. SUJUD
Yang harus diperhatikan ketika sujud adalah :
a. Tangan diletakkan dekat telinga.
b. Siku tangan tidak menempel pada tanah.
c. Mengucapkan tasbih dengan khusyu.
12. QA'ADAH (Duduk)
Yang harus diperhatikan dalam Qa'adah adalah:
a. Duduk diatas kaki kiri sedangkan kaki kanan ditegakkan.
b. Mengucapkan Tasyahud dengan khusyu serta mengingat maknanya karena mengandung shalawat Rasulullah saw. dan berdoa bagi saudara-saudara kita orang islam.
c. Salam, sebagai salah satu ucapan salam kepada malaikat-malaikat serta orang-orang disebelah kanan kita.
Untuk mencapai Ikhlas, ada tiga hal yang perlu diperhatikan :
1. Mengerjakan shalat semata-mata untuk mencapai keridhaan Allah SWT.
2. hanya karena Rahmat dan Rahim-Nya kita dapat mengerjakan shalat.
3. Mengharapkan Pahala yang telah dijanjikan oleh Allah SWT.
Shalat adalah satu amalan yang paling baik. Setiap lafazhnya menyebutkan kebesaran dan keagungan Allah SWT. .Doa iftitah yakni doa pembuka shalat yang artinya paling shaleh dan berbakti.Demikian juga dengan sujud artinya menyerahkan diri kita dihadapan Allah Yang Maha Tinggi dan mensucikan-Nya dari segala keburukan.sehingga keseluruhan shalat adalah tanda kerendahan diri dan kekuatan rohani.Para ahli tasauf menulis, hakekat shalat adalah hubungan antara mahluk dan Khalik, dan berdialog dengan Allah, yang tidak mungkin dilaksanakan dengan kelalaian.
Banyak orang yang mengerjakan shalat, bahkan sebagian mendirikannya secara berjamaah.Akan tetapi demikian buruknya shalat mereka,sehingga tidak mendapatkan pahaladari shalatnya. Shalat mereka bagaikan kain buruk yang akan dilemparkan ke wajah mereka,seolah-olah tidak mengerjakan shalat adalah lebih baik. Memang balasan seperti ini tidak sepedih adzab yang diberikan kepada orang yang meninggalkan shalat. Seseorang yang meninggalkan shalat akan menerima adzab yang lebih beratlagi. Walaupun untuk mendirikan shalat kita harus mengorbankan waktu, meninggalkanpekerjaan, dan menemui berbagai kesulitan, namun shalat harus dikerjakan dan diusahakan dengan sebaik-baiknya.
Semakin kita ikhlas dalam ibadah maka semakin dikabulkan oleh Allah SWT. Keikhlasan serta kekhusyuan dalam mengamalkan suatu ibadah itulah yang akan diterima oleh Allah SWT.
Mu'adz r.a. berkata, "Ketika Rasulullah mengutus saya ke Yaman, saya memohon kepada beliau supaya memberikan sedikit nasehat. Rasulullah saw. bersabda, "Jagalah keikhlasan dalam amalmu, karena dengan keikhlasan, amal yang sedikit akan mendatangkan pahala yang banyak."
Tsauban r.a. berkata, "Saya pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda, Berbahagialah orang yang ikhlas, karena ikhlas adalah cahaya hidayah dan karena disebabkan oleh ikhlas fitnah yang paling kejam akan menjauhinya." Dalam sebuah hadist dikatakan, "Dengan brkah orang-orang yang lemah, Allah SWT. menolong umat ini, yaitu berkat doa-doa mereka, shalat mereka, dan keikhlasan mereka."
Ada beberapa Hal yang dianjurkan ketika Mendirikan Shalat
Para Ahli sufi mengatakan ada dua belas ribu fadhilah yang dapat dicapai dalam shalat melalui dua belas hal. Sehingga dengan demikian kesempurnaan dan manfaat shalat akan tercapai. Kedua belas Hal tersebut adalah :
1. ILMU
Suatu ibadah yang diamalkan tanpa ilmu amat rendah mutunya dari pada ibadah yang diamalkan dengan ilmu yang cukup, oleh karena itu kita harus mengetahui :
a. Mana amalan fardhu dan mana yang sunnat.
b. Manakah yang fardhu atau sunnat dalam wudhu dan shalat.
c. Bagaimana syetan menghalangi kita untuk mengerjakan shalat.
2. WUDHU
Kita seharusnya berusaha:
a. Membersihkan hati kita dari iri dan dengki, seperti kita membersihkan anggota badan kita.
b. Menjaga diri kita agar bersih dari dosa.
c. Supaya jangan menggunakan air secara berlebihan.
3. PAKAIAN
Pakaian kita seharusnya:
a. Diperoleh dari hasil yang halal.
b. Bersih.
c. Menurut sunnah yaitu mata kaki jangan tertutup.
d. Sederhana dan jangan menunjukan sifat kemewahan.
4. WAKTU
Kita seharusnya dapat:
a. Memberitahu waktu yang tepat kepada mereka.
b. Mengetahui kapan adzan tiba.
c. Lebih mementingkan waktu shalat dan takut terlambat.
5. KIBLAT
Ada tiga hal yang harus diperhatikan ketika menghadap kiblat
a. Kita harus menghadap kiblat.
b. Hati kita harus selalu mengingat Allah SWT. karena kiblat hati ialah Allah SWT.
c. Kita harus taat kepada Allah SWT.
6. NIAT
Yang perlu diingat tentang niat yaitu:
a. Harus yakin terhadap shalat yang akan kita kerjakan.
b. Harus disadari bahwa kita sedang menghadap Allah SWT. yang melihat kita.
c. Harus yakin Allah SWT. mengetahui segala apa yang ada di dalam hati kita.
7. TAKBIRATUL IHRAM
Keperluan yang harus di penuhi dalam takbiratul ihram adalah :
a. Lafazh-lafazhnya diucapkan dengan benar.
b. Kedua belah tangan hendaknya diangkatsampai telinga, artinya, kita sudah melupakan segala hal kecuali Allah SWT.
c. Kebesaran Allah SWT. dapat dirasakan dalam hati pada saat kita mengucapkan Allahu Akbar.
8. QIYAM (Berdiri).
Pada waktu Qiyam kita seharusnya:
a. Memandang ketempat sujud.
b. Merasakannya di dalam hati, bahwa kita sedang berdiri dihadapan Allah SWT.
c. Melupakan yang lain selain Allah SWT.
9. QIRA'AT (Bacaan AL-QUR'AN)
Keperluan-keperluan Qira'at adalah:
a. Membaca Alquran dengan tajwidnya.
b. Menghayati ayat-ayat yang dibaca.
c. Berusaha mematuhi apa yang dibaca.
10. RUKU
Yang harus diperhatikan dalam Ruku adalah:
a. Seluruh badan dari pinggang sampai kaki harus lurus seperti satu garis.
b. Lutut dipegang kuat-kuat dan jari tangan direnggangkan .
c. Mengucapkan tasbih dengan penuh tawadhu dan khusyu.
11. SUJUD
Yang harus diperhatikan ketika sujud adalah :
a. Tangan diletakkan dekat telinga.
b. Siku tangan tidak menempel pada tanah.
c. Mengucapkan tasbih dengan khusyu.
12. QA'ADAH (Duduk)
Yang harus diperhatikan dalam Qa'adah adalah:
a. Duduk diatas kaki kiri sedangkan kaki kanan ditegakkan.
b. Mengucapkan Tasyahud dengan khusyu serta mengingat maknanya karena mengandung shalawat Rasulullah saw. dan berdoa bagi saudara-saudara kita orang islam.
c. Salam, sebagai salah satu ucapan salam kepada malaikat-malaikat serta orang-orang disebelah kanan kita.
Untuk mencapai Ikhlas, ada tiga hal yang perlu diperhatikan :
1. Mengerjakan shalat semata-mata untuk mencapai keridhaan Allah SWT.
2. hanya karena Rahmat dan Rahim-Nya kita dapat mengerjakan shalat.
3. Mengharapkan Pahala yang telah dijanjikan oleh Allah SWT.
Shalat adalah satu amalan yang paling baik. Setiap lafazhnya menyebutkan kebesaran dan keagungan Allah SWT. .Doa iftitah yakni doa pembuka shalat yang artinya paling shaleh dan berbakti.Demikian juga dengan sujud artinya menyerahkan diri kita dihadapan Allah Yang Maha Tinggi dan mensucikan-Nya dari segala keburukan.sehingga keseluruhan shalat adalah tanda kerendahan diri dan kekuatan rohani.Para ahli tasauf menulis, hakekat shalat adalah hubungan antara mahluk dan Khalik, dan berdialog dengan Allah, yang tidak mungkin dilaksanakan dengan kelalaian.
filosofi semar
Semar dalam bahasa Jawa (filosofi Jawa) disebut Badranaya
Bebadra = Membangun sarana dari dasar
Naya = Nayaka = Utusan mangrasul
Artinya : Mengembani sifat membangun dan melaksanakan perintah Allah demi kesejahteraan manusia
Filosofi, Biologis Semar
Javanologi
: Semar = Haseming samar-samar (Fenomena harafiah makna kehidupan Sang
Penuntun). Semar tidak lelaki dan bukan perempuan, tangan kanannya
keatas dan tangan kirinya kebelakang. Maknanya : “Sebagai pribadi tokoh
semar hendak mengatakan simbul Sang Maha Tumggal”. Sedang tangan kirinya bermakna “berserah total dan mutlak serta selakigus simbul keilmuaan yang netral namun simpatik”.
Domisili semar adalah sebagai lurah karangdempel / (karang = gersang) dempel = keteguhan jiwa. Rambut semar “kuncung” (jarwadasa/pribahasa jawa kuno) maknanya hendak mengatakan : akuning sang kuncung = sebagai kepribadian pelayan.
Semar sebagai pelayan mengejawantah melayani umat, tanpa pamrih, untuk melaksanakan ibadah amaliah sesuai dengan sabda Ilahi.
Semar barjalan menghadap keatas maknanya : “dalam perjalanan anak
manusia perwujudannya ia memberikan teladan agar selalu memandang keatas
(sang Khaliq ) yang maha pengasih serta penyayang umat”.
Kain semar Parangkusumorojo: perwujudan Dewonggowantah (untuk menuntun manusia) agar memayuhayuning bawono : mengadakan keadilan dan kebenaran di bumi.
Ciri sosok semar adalah :
Semar berkuncung seperti kanak kanak,namun juga berwajah sangat tua
Semar tertawannya selalu diakhiri nada tangisan
Semar berwajah mata menangis namun mulutnya tertawa
Semar berprofil berdiri sekaligus jongkok
Semar tak pernah menyuruh namun memberikan konsekwensi atas nasehatnya
Kebudayaan
Jawa telah melahirkan religi dalam wujud kepercayaan terhadap Tuhan
yang Maha Esa, yaitu adanya wujud tokoh wayang Semar, jauh sebelum
masuknya kebudayaan Hindu, Budha dan Isalam di tanah Jawa.
Dikalangan
spiritual Jawa ,Tokoh wayang Semar ternyata dipandang bukan sebagai
fakta historis, tetapi lebih bersifat mitologi dan symbolis tentang
KeEsa-an, yaitu: Suatu lambang dari pengejawantahan expresi, persepsi
dan pengertian tentang Illahi yang menunjukkan pada konsepsi spiritual .
Pengertian ini tidak lain hanyalah suatu bukti yang kuat bahwa orang
Jawa sejak jaman prasejarah adalah Relegius dan ber keTuhan-an yang Maha
Esa.
Dari
tokoh Semar wayang ini akan dapat dikupas ,dimengerti dan dihayati
sampai dimana wujud religi yang telah dilahirkan oleh kebudayaan Jawa .
Gambar
tokoh Semar nampaknya merupakan simbol pengertian atau konsepsi dari
aspek sifat Ilahi, yang kalau dibaca bunyinya katanya ber bunyi :
Semar (pralambang ngelmu gaib) – kasampurnaning pati.
Bojo sira arsa mardi kamardikan, ajwa samar sumingkiring dur-kamurkan Mardika artinya “merdekanya jiwa dan sukma“,
maksudnya dalam keadaan tidak dijajah oleh hawa nafsu dan keduniawian,
agar dalam menuju kematian sempurna tak ternodai oleh dosa. Manusia jawa
yang sejati dalam membersihkan jiwa (ora kebanda ing kadonyan, ora
samar marang bisane sirna durka murkamu) artinya : “dalam menguji budi
pekerti secara sungguh-sungguh akan dapat mengendalikan dan mengarahkan
hawa nafsu menjadi suatu kekuatan menuju kesempurnaan hidup”.
Filsafat Ha-Na-Ca-Ra-Ka dalam lakon Semar Mbabar Jati Diri
Dalam
Etika Jawa ( Sesuno, 1988 : 188 ) disebutkan bahwa Semar dalam
pewayangan adalah punakawan ” Abdi ” Pamomong ” yang paling dicintai.
Apabila muncul di depan layar, ia disambut oleh gelombang simpati para
penonton. Seakan-akan para penonton merasa berada dibawah pengayomannya.
Simpati
para penonton itu ada hubungannya dengan mitologi Jawa atau Nusantara
yang menganggap bahwa Semar merupakan tokoh yang berasal dari Jawa atau
Nusantara ( Hazeu dalam Mulyono 1978 : 25 ). Ia merupakan dewa asli Jawa
yang paling berkuasa ( Brandon dalam Suseno, 1988 : 188 ). Meskipun
berpenampilan sederhana, sebagai rakyat biasa, bahkan sebagai abdi,
Semar adalah seorang dewa yang mengatasi semua dewa. Ia adalah dewa yang
ngejawantah ” menjelma ” ( menjadi manusia ) yang kemudian menjadi
pamong para Pandawa dan ksatria utama lainnya yang tidak terkalahkan.
Oleh
karena para Pandawa merupakan nenek moyang raja-raja Jawa (
Poedjowijatno, 1975 : 49 ) Semar diyakini sebagai pamong dan danyang
pulau Jawa dan seluruh dunia ( Geertz 1969 : 264 ). Ia merupakan pribadi
yang bernilai paling bijaksana berkat sikap bathinnya dan bukan karena
sikap lahir dan keterdidikannya ( Suseno 1988 : 190 ). Ia merupakan
pamong yang sepi ing pamrih, rame ing ngawe ” sepi akan maksud, rajin
dalam bekerja dan memayu hayuning bawana ” menjaga kedamaian dunia (
Mulyono, 1978 : 119 dan Suseno 1988 : 193 )
Dari
segi etimologi, joinboll ( dalam Mulyono 1978 : 28 ) berpendapat bahwa
Semar berasal dari sar yang berarti sinar ” cahaya “. jadi Semar berarti
suatu yang memancarkan cahaya atau dewa cahaya, sehingga ia disebut
juga Nurcahya atau Nurrasa ( Mulyono 1978 : 18 ) yang didalam dirinya
terdapat atau bersemayam Nur Muhammad, Nur Illahi atau sifat Ilahiah.
Semar yang memiliki rupa dan bentuk yang samar, tetapi mempunyai segala
kelebihan yang telah disebutkan itu, merupakan simbol yang bersifat
Ilahiah pula ( Mulyono 1978 : 118 – Suseno 1988 : 191 ). Sehubungan
dengan itu, Prodjosoebroto ( 1969 : 31 ) berpendapat dan menggambarkan (
dalam bentuk kaligrafi ) bahwa jasat Semar penuh dengan kalimat Allah.
Sifat
ilahiah itu ditunjukkan pula dengan sebutan badranaya yang berarti ”
pimpinan rahmani ” yakni pimpinan yang penuh dengan belas kasih (
timoer, tt : 13 ). Semar juga dapat dijadikan simbol rasa eling ” rasa
ingat ” ( timoer 1994 : 4 ), yakni ingat kepada Yang Maha Pencipta dan
segala ciptaanNYA yang berupa alam semesta. Oleh karena itu sifat
ilahiah itu pula, Semar dijadikan simbol aliran kebatinan Sapta Darma (
Mulyono 1978 : 35 )
Berkenaan
dengan mitologi yang merekfleksikan segala kelebihan dan sifat ilahiah
pada pribadi Semar, maka timbul gagasan agar dalam pementasan wayang
disuguhkan lakon ” Semar Mbabar Jati Diri “. gagasan itu muncul dari
presiden Suharto dihadapan para dalang yang sedang mengikuti Rapat
Paripurna Pepadi di Jakarta pada tanggal, 20-23 Januari 1995. Tujuanya
agar para dalang ikut berperan serta menyukseskan program pemerintah
dalam pembangunan manusia seutuhnya, termasuk pembudayaan P4 (
Cermomanggolo 1995 : 5 ). Gagasan itu disambut para dalang dengan
menggelar lakon tersebut. Para dalang yang pernah mementaskan lakon itu
antara lain : Gitopurbacarita, Panut Darmaka, Anom Suroto, Subana,
Cermomanggolo dan manteb Soedarsono ( Cermomanggolo 1995 : 5 – Arum 1995
: 10 ). Dikemukan oleh Arum ( 1995:10 ) bahwa dalam pementasan wayang
kulit dengan lakon ” Semar Mbabar Jadi Diri ” diharapkan agar khalayak
mampu memahami dan menghayati kawruh sangkan paraning dumadi ” ilmu asal
dan tujuan hidup, yang digali dari falsafat aksara Jawa Ha-Na-Ca-Ra-Ka.
Pemahaman dan penghayatan kawruh sangkan paraning dumadi yang bersumber
filsafat aksara Jawa itu sejalan dengan pemikiran Soenarto Timoer (
1994:4 ) bahwa filsafat Ha-Na-Ca-Ra-Ka mengandung makna sebagai sumber
daya yang dapat memberikan tuntunan dan menjadi panutan ke arah
keselamatan hidup. Sumber daya itu dapat disimbolkan dengan Semar yang
berpengawak sastra dentawyanjana. Bahkan jika mengacu pendapat Warsito (
dalam Ciptoprawiro 1991:46 ) bahwa aksara Jawa itu diciptakan Semar,
maka tepatlah apabila pemahaman dan penghayatan kawruh sangkan paraning
dumadi tersebut bersumberkan filsafat Ha-Na-Ca-Ra-Ka
Rasa jati
rasa jati
Banyak orang yang bertanya, mengapa dalam mempelajari Agama mesti harus mengenal Rasa ? Memang kalau hanya sampai pada tingkat Syariat, bab rasa tidak pernah dibicarakan atau disinggung. Tetapi pada tingkat Tarekat keatas bab rasa ini mulai disinggung. Karena bila belajar ilmu Agama itu berarti mulai mengenal siapa Sang Percipta itu.Karena ALLAH maha GHOIB maka dalam mengenal hal GHOIB kita wajib mengaji rasa.
Jadi jelas berbeda dengan tingkat syariat yang memang mengaji telinga dan mulut saja.Dan mereka hanya yakin akan hasil kerja panca inderanya.Bukan Batin!
Bab rasa dapat dibagi dalam beberapa golongan .Yaitu : RASA TUNGGAL, SEJATINYA RASA, RASA SEJATI, RASA TUNGGAL JATI.
Mengaji Rasa sangat diperlukan dalam mengenal GHOIB.Karena hanya dengan mengaji rasa yang dimiliki oleh batin itulah maka kita akan mengenal dalam arti yang sebenarnya,apa itu GHOIB.
1. RASA TUNGGAL
Yang empunya Rasa Tunggal ini ialah jasad/jasmani. Yaitu rasa lelah, lemah dan capai. Kalau Rasa lapar dan haus itu bukan milik jasmani melainkan milik nafsu.
Mengapa jasmani memiliki rasa Tunggal ini. Karena sesungguhnya dalam jasmani/jasad ada penguasanya/penunggunya. Orang tentu mengenal nama QODHAM atau ALIF LAM ALIF. Itulah sebabnya maka didalam AL QUR’AN, ALLAH memerintahkan agar kita mau merawat jasad/jasmani. Kalau perlu, kita harus menanyakan kepada orang yang ahli/mengerti. Selain merawatnya agar tidak terkena penyakit jasmani, kita pun harus merawatnya agar tidak menjadi korban karena ulah hawa nafsu maka jasad kedinginan, kepanasan ataupun masuk angin.
Bila soal-soal ini kita perhatikan dengan sungguh-sungguh, niscaya jasad kita juga tahu terima kasih. Kalau dia kita perlakukan dengan baik, maka kebaikan kita pun akan dibalas dengan kebaikan pula. Karena sesungguhnya jasad itu pakaian sementara untuk hidup sementara dialam fana ini. Kalau selama hidup jasad kita rawat dengan sungguh-sungguh (kita bersihkan 2 x sehari/mandi, sebelum puasa keramas, sebelum sholat berwudhu dulu, dan tidak menjadi korban hawa nafsu, serta kita lindungi dari pengaruh alam), maka dikala hendak mati jasad yang sudah suci itu pasti akan mau diajak bersama-sama kembali keasal, untuk kembali ke sang pencipta. Seperti halnya kita bersama-sama pada waktu dating/lahir kealam fana ini. Mati yang demikian dinamakan mati Tilem (tidur) atau mati sempurna. Pandangan yang kita lakukan malah sebaliknya. Mati dengan meninggalkan jasad. Kalau jasad sampai dikubur, maka QODHAM atau ALIF LAM ALIF, akan mengalami siksa kubur. Dan kelak dihari kiamat akan dibangkitkan.
Dalam mencari nafkah baik lahir maupun batin, jangan mengabaikan jasad. Jangan melupakan waktu istirahat. Sebab itu ALLAH ciptakan waktu 24 jam (8 jam untuk mencari nafkah, 8 jam untuk beribadah, dan 8 jam untuk beristirahat). Juga dalam hal berpuasa, jangan sampai mengabaikan jasad. Sebab itu ALLAH tidak suka yang berlebih-lebihan. Karena yang suka berlebih-lebihan itu adalah Dzad (angan-angan). Karena dzad mempunyai sifat selalu tidak merasa puas.
2. SEJATINYA RASA
Apapun yang datangnya dari luar tubuh dan menimbulkan adanya rasa, maka rasa itu dinamakan sejatinya rasa. Jadi sejatinya rasa adalah milik panca indera:
MATA : Senang karena mata dapat melihat sesuatu yang indah atau tidak senang bila mata melihat hal-hal yang tidak pada tenpatnya.
TELINGA : Senang karena mendengar suara yang merdu atau tidak senang mendengar isu atau fitnahan orang.
HIDUNG : Senang mencium bebauan wangi/harum atau tidak senang mencium bebauan yang busuk.
KULIT : Senang kalau bersinggungan dengan orang yang disayang atau tidak senang bersunggungan dengan orang yang nerpenyakitan.
LIDAH : Senang makan atau minum yang enak-enak atau tidak senang memakan makanan yang busuk.
3. RASA SEJATI
Rasa sejati akan timbul bila terdapat rangsangan dari luar, dan dari tubuh kita akan mengeluarkan sesuatu. Pada waktu keluarnya sesuatu dari tubuh kita itu, maka timbul Rasa Sejati. Untuk jelasnya lagi Rasa Sejati timbul pada waktu klimaks/pada waktu melakukan hubungan seksual.
4. RASA TUNGGAL JATI
Rasa Tunggal Jati sering diperoleh oleh mereka yang sudah dapat melakukan Meraga Sukma (keluar dari jasad) dan Solat Dha’im.
Beda antara Meraga Sukma dan Sholat Dha’im ialah :
Kalau Meraga Sukma jasad masih ada.batin keluar dan dapat pergi kemana saja.
Kalau Sholat Dha’im jasad dan batin kembali keujud Nur dan lalu dapat pergi kemana saja yang dikehendaki. Juga dapat kembali / bepergian ke ALAM LAUHUL MAKHFUZ.
Bila kita Meraga Sukma maupun sholat Dha’im, mula pertama dari ujung kaki akan terasa seperti ada “aliran“ yang menuju ke atas / kekepala. Pada Meraga sukma, bila “aliran“ itu setibanya didada akan menimbulkan rasa ragu-ragu/khawatir atau was-was. Bila kita ikhlas, maka kejadian selanjutnya kita dapat keluar dari jasad, dan yang keluar itu ternyata masih memiliki jasad. Memang sesungguhnyalah, bahwa setiap manusia itu memiliki 3 buah wadah lagi, selain jasad/jasmani yang tampak oleh mata lahir ini. Pada bagian lain bab ini akan kita kupas.Kalau sholat Dha’im bertepatan dengan adanya “Aliran“ dari arah ujung kaki, maka dengan cepat bagian tubuh kita akan “Menghilang“ dan kita akan berubah menjadi seberkas Nur sebesar biji ketumbar dibelah 7 bagian. Bercahaya bagai sebutir berlian yang berkilauan. Nah, rasa keluar dari jasad atau rasa berubah menjadi setitik Nur. Nur inilah yang disebut sebagai Rasa Tunggal Jati. Selain itu, baik dalam Meraga Sukma maupun Sholat Dha’im. Bila hendak bepergian kemana-mana kita tinggal meniatkan saja maka sudah sampai. Rasa ini juga dapat disebut Rasa Tunggal Jati. Sebab dalam bepergian itu kita sudah tidak merasakan haus, lapar, kehausan, kedinginan dan lain sebagainya. Bagi mereka yang berkeinginan untuk dapat melakukan Meraga Sukma dianjurkan untuk sering Tirakat/Kannat puasa. Jadikanlah puasa itu sebagai suatu kegemaran. Dan yang penting juga jangan dilupakan melakukan Dzikir gabungan NAFI-ISBAT dan QOLBU. Dalam sehari-hari sudah pada tahapan lillahi ta’ala.
Hal ini berlaku baik mereka yang menghendaki untuk dapat melakukan SHOLAT DHA’IM. Kalau Meraga Sukma mempergunakan Nur ALLAH, tapi bila SHOLAT DHA’IM sudah mempergunakan Nur ILLAHI. Karena ada Rasa Sejati, maka Rasa merupakan asal usul segala sesuatu yang ada. Oleh sebab itu bila hendak mendalami ilmu MA’RIFAT Islam dianjurkan untuk selalu bertindak berdasarkan rasa. Artinya jangan membenci, jangan menaruh dendam, jangan iri, jangan sirik, jangan bertindak sembrono, jangan bertindak kasar terhadap sesame manusia, dll. Sebab dihadapan Tuhan Yang Maha Kuasa, kita ini semua sama , karena masing-masing memiliki rasa. Rasa merupakan lingkaran penghubung antara etika pergaulan antar manusia, juga sebagai lingkaran penghubung pergaulan umat dengan Penciptanya. Rasa Tunggal jati ini mempunyai arti dan makna yang luas. Karena bagai hidup itu sendiri. Apapun yang hidup mempunyai arti. Dan apapun yang mempunyai arti itu hidup. Sama halnya apapun yang hidup mempunyai Rasa. Dan apapun yang mempunyai Rasa itu Hidup.
Dengan penjelasan ini, maka dapat diambil kesimpilan bahwa yang mendiami Rasa itu adalah Hidup. Dan Hidup itu sendiri ialah Sang Pencipta/ALLAH. Padahal kita semua ini umat yang hidup. Jadi sama ada Penciptanya. Oleh sebab itu, umat manusia harus saling menghormati, tidak saling merugikan, bahkan harus saling tolong menolang dll.
Dan hal ini sesuai dalam firman ALLAH : “HAI MANUSIA! MASUKLAH KALIAN DALAM PERDAMAIAN, JANGAN BERPECAH BELAH MENGIKUTI LANGKAH SYAITAN, SESUNGGUHNYA SYAITAN ITU MUSUHMU YANG NYATA”.
FADHILAH SHALAT
FADHILAH SHALAT
Didalam berbagai kitab hadist banyak sekali hadist yang menegaskan pentingnya shalat serta keutamaan-keutamaannya,berikut merupakan terjemahan dari beberapa hadist Rasulullah saw. mengenai fadhilah shalat :
1.Perintah pertama yang diturunkan Allah SWT. kepada umatku adalah shalat,dan yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalat.
2. Takutlah kepada Allah mengenai shalat! Takutlah kepada Allah mengenai shalat! Takutlah kepada Allah mengenai shalat!
3. Pembatas antara seseorang dengan syirik adalah shalat.
4. Ciri seorang muslim adalah shalat. Seseorang yang mengerjakan shalatnya dengan hati yang khusyu, menjaga waktu-waktunya, dan memperhatikan sunah-sunahnya,maka dia adalah seorang yang beriman.
5. Allah SWT. tidak mewajibkan sesuatu yang lebih utama daripada iman dan shalat.Seandainya ada sesuatu yang lebih utama daripada itu,niscaya Allah SWT. akan memerintahkan para malaikat-Nya yang sebagiandari mereka senantiasa rukudan sebagianlagi terus-menerus sujud.
6. shalat adalah tiang agama.
7. shalat menghitamkan mulut syetan.
8. shalat adalah cahaya bagi orang yang beriman.
9. shalat adalah jihad yang paling utama.
10. Selagi seseorang menjaga shalatnya,maka Allah SWT. mencurahkan seluruh perhatian-Nya,tetapi jika ia melalaikan shalatnya,maka perhatian Allah akan terlepas.
11. Apabila suatu musibah turun dari langit, maka orang-orang yang memakmurkan masjid akan terhindar darinya.
12. Apabila seseorang masuk kedalam neraka jahannam disebabkan dosa-dosanya,maka api neraka tidak akan membakar anggota tubuhnya yang digunakan untuk bersujud.
13. Allah SWT. mengharamkan api neraka bagi anggota tubuh yang digunakan untuk bersujud.
14. Amal yang paling disukai Allah SWT. adalah shalat tepat pada waktunya.
15. Keadaan manusia yang paling disukai Allah SWT. adalah ketika dalam keadaan sujud, yaitu keningnya menyentuh tanah.
16. Sedekat-dekatnya seseorang kepada Allah SWT. adalah ketika dia berada dalam keadaan sujud.
17. Shalat adalah anak kunci pintu surga.
18. Apabila seseorang berdiri untuk melaksanakan shalat, maka pintu-pintu surga akan terbuka. Lalu tersingkaplah tabir antara Allah dengan orang yang shalat itu selama dia tidak sibuk dengan batuk, dan sebagainya( yaitu perkara-perkara yang dibenci dalam shalat).
19. Seseorang yang sedang melaksanakan shalat berarti mengetuk pintu Yang Maha Kuasa, sebagaimana orang yang mengetuk pintu, maka pasti akan dibukakan baginya.
20. Kedudukan shalat dalam agama adalah seperti kepala pada badan.
21. Shalat adalah cahaya hati, barangsiapa yang ingin agar hatinya bersinar, hendaklah dia menyinarinya dengan shalat.
22. Barangsiapa berwudhu dengan sempurna, kemudian melaksanakan dua atau empat rakaat shalat, baik shalat fardhu ataupun sunnat dengan khusyu dan khudhu, lalu memohon ampunan kepada Allah atas dosanya, niscaya Allah akan mengampuninya.
23. Bagian bumi yang diatasnya disebut nama Allah melaui shalat, maka bagian bumi itu akan membanggakannya kepada bagian-bagian bumi yang lain.
24. Barangsiapa berdoa kepada Allah setelah melaksanakan shalat dua rakaat, niscaya Allah mengabulkannya baik secara langsung ataupun ditangguhkan, demi kemaslahatan dirinya. Yang jelas doanya pasti diterima.
25. Barangsiapa melaksanakan shalat dua rakaat seorang diri tanpa diketahui oleh siapapun kecuali Allah dan para malaikat-Nya, maka dia akan mendapat jaminan keselamatan dari api neraka.
26.Barangsiapa melaksanakan satu shalat wajib, maka baginya satu doa yang makbul di sisi Allah.
27. Orang yang menjaga shalat lima waktu, dengan memperhatikan ruku, sujud, dan wudhu yang sempurna, maka wajib baginya surga dan haram baginya neraka.
28. Selama seorang muslim menjaga shalatnya, maka syetan akan takut padanya. Tetapi jika melalaikannya, maka syetan akan berani kepadanya dan akan menyesatkannya.
29. Amal yang paling utama adalah shalat lima waktu.
30. Shalat adalah kurbannya setiap orang yang bertaqwa.
31. Amal yang paling disukai Allah SWT. adalah shalat diawal waktu.
32. Barangsiapa pergi untuk melaksanakan shalat subuh,maka ditangannya dia membawa bendera iman. Dan barangsiapa pergi kepasar pada waktu subuh,maka di tangannya adalah bendera syetan.
33. Empat rakaat shalat sebelum shalat zuhur sama pahalanya dengan empat rakaat shalat tahajjud.
34. Empat rakaat shalat sunnat sebelum zuhur kedudukannya sama dengan empat rakaat shalat tahajjud.
35. Apabila seseorang berdiri melaksanakan shalat, maka rahmat Allah tercurah kepadanya.
36. Seutama-utamanya shalat (setelah shalat fardhu) adalah shalat pada pertengahan malam,namun sedikit sekali orang yang mengerjakannya.
37. Malaikat Jibril A.S. datang kepada saya dan berkata, "Wahai Muhhammad, berapapun lamanya engkau hidup, suatu hari pasti akan mati juga. siapapun yang engkau cintai, pada suatu hari nanti pasti engkau akan berpisah dengannya. Dan segala amalan yang engkau kerjakan (yang baik ataupun yangburuk), pasti engkau akan mendapatkan balasannya. Tidak diragukan lagi bahwa kemuliaan seorang mukmin adalah pada tahajjudnya, dan kemuliaannya juga adalah pada sifat qona'ahnya.
38. Dua rakaat shalat pada akhir malam adalah lebih utama daripada dunia dan seisinya. Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya aku akan mewajibkan kepada mereka.
39. Jagalah shalat tahajjud,karena tahajjudadalah jalan orang-orang shaleh dan jalan untuk mendekati Allah, penjaga dari perbuatan dosa, penyebab keampunan dosa, dan menyehatkan badan.
40. Allah SWT. berfirman, " Wahai anak Adam, janganlah malas melaksanakan empat rakaat shalat pada permulaan hari, niscaya aku pasti akan memenuhi seluruh keperluanmu pada hari itu.
Sesungguhnya keutamaan-keutamaan shalat dan kabar gembira bagi orang-orang yang menjaganya banyak sekali disebutkan didalam kitab-kitab hadist. Namun 40 hadist yang tersebut diatas kiranya mencukupi. Apabila ada yang ingin menghafalnya, maka dia akan mendapatkan keutamaan menghafal 40 hadist.
Dalam kitab Al Munabbihat, hafizh Ibnu Hajar rah.a. menulis :
Suatu ketika Rasulullah saw. bersabda, " tiga hal yang sangat saya cintai di dunia ini, yaitu: 1.) Wewangian, 2.) Wanita, 3.) shalat sebagai penyejuk mata."
Ketika itu, beberapa orang sahabat sedang berada di sekitar rasulullah saw. Abu Bakar shiddiq r.a. berkata, "Engkau benar, saya juga menyukai tiga hal, yaitu: 1.) memandang wajahmu, 2.) mengorbankan harta saya demi engkau, 3.) menikahkan putriku denganmu." Umar r.a. berkata : " Benar, dan saya juga menyukai tiga hal,yaitu: 1.) Memerintahkan kepada kebaikan, 2.) mencegah kemungkaran, 3.) memakai pakaian yang telah usang." Utsman r.a. berkata, " engkau benar, saya juga menyukai tiga hal,yaitu: 1.) memberi makan orang lapar, 2.) memberi pakaian orang yang telanjang, 3.) membaca Alqur'an." Ali r.a berkata : "benar, dan saya juga menyukai tiga hal, yaitu: 1.) melayani tamu, 2.) berpuasa dimusim panas, 3.) memancung kepala musuh dengan pedang."
Setelah mereka berkata demikian, malaikat Jibril a.s. datang dan berkata, " Allah SWT. telah mengutusku untuk menceritakan kepadamu tentang kesukaanku seandainya aku seorang manusia." Rasulullah saw. bersabda, "Katakanlah!" Maka malaikat Jibril a.s berkata, " Seandainya aku seorang manusia maka aku akan menyukai tiga hal, yaitu : 1.) menunjukan jalan bagi orang yang sesat, 2.) mencintai ahli ibadah yang miskin, 3.) membantu kerabat yang miskin." Dan Allah SWT. menyukai tiga hal dari hambanya, yaitu: 1.) orang yang berkorban di jalan Allah (dengan harta dan jiwa), 2.) orang yang menangis setelah melakukan suatu perbuatan dosa. 3.) orang yang bersabar dengan kemiskinannya.
Hafizh Ibnu Qayyim rah.a. menulis dalam kitab Zaadul ma'aad bahwa shalat dapat menarik rejeki,menyehatkan badan, mejauhkan penyakit,mendatangkan ketaqwaan hati, membuat wajah menjadi tampan dan bercahaya, mendatangkan ketenangan jiwa, menguatkan tubuh, menjauhkan sifat malas, melapangkan dada, menyehatkan rohani, memberikan cahaya pada hati, menjaga nikmat Allah, menghindarkan azab Allah, menjauhkan syetan, mendekatkan dii kepada ar Rahman, membei makanan pada rohani, dan menjaga kesehatan jasmani yang kedua hal ini adalah sesuatu yang sangat penting. Singkatnya, shalat menyebabkan kita terhindar dari kebinasaan di dunia dan akhirat.
Didalam berbagai kitab hadist banyak sekali hadist yang menegaskan pentingnya shalat serta keutamaan-keutamaannya,berikut merupakan terjemahan dari beberapa hadist Rasulullah saw. mengenai fadhilah shalat :
1.Perintah pertama yang diturunkan Allah SWT. kepada umatku adalah shalat,dan yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalat.
2. Takutlah kepada Allah mengenai shalat! Takutlah kepada Allah mengenai shalat! Takutlah kepada Allah mengenai shalat!
3. Pembatas antara seseorang dengan syirik adalah shalat.
4. Ciri seorang muslim adalah shalat. Seseorang yang mengerjakan shalatnya dengan hati yang khusyu, menjaga waktu-waktunya, dan memperhatikan sunah-sunahnya,maka dia adalah seorang yang beriman.
5. Allah SWT. tidak mewajibkan sesuatu yang lebih utama daripada iman dan shalat.Seandainya ada sesuatu yang lebih utama daripada itu,niscaya Allah SWT. akan memerintahkan para malaikat-Nya yang sebagiandari mereka senantiasa rukudan sebagianlagi terus-menerus sujud.
6. shalat adalah tiang agama.
7. shalat menghitamkan mulut syetan.
8. shalat adalah cahaya bagi orang yang beriman.
9. shalat adalah jihad yang paling utama.
10. Selagi seseorang menjaga shalatnya,maka Allah SWT. mencurahkan seluruh perhatian-Nya,tetapi jika ia melalaikan shalatnya,maka perhatian Allah akan terlepas.
11. Apabila suatu musibah turun dari langit, maka orang-orang yang memakmurkan masjid akan terhindar darinya.
12. Apabila seseorang masuk kedalam neraka jahannam disebabkan dosa-dosanya,maka api neraka tidak akan membakar anggota tubuhnya yang digunakan untuk bersujud.
13. Allah SWT. mengharamkan api neraka bagi anggota tubuh yang digunakan untuk bersujud.
14. Amal yang paling disukai Allah SWT. adalah shalat tepat pada waktunya.
15. Keadaan manusia yang paling disukai Allah SWT. adalah ketika dalam keadaan sujud, yaitu keningnya menyentuh tanah.
16. Sedekat-dekatnya seseorang kepada Allah SWT. adalah ketika dia berada dalam keadaan sujud.
17. Shalat adalah anak kunci pintu surga.
18. Apabila seseorang berdiri untuk melaksanakan shalat, maka pintu-pintu surga akan terbuka. Lalu tersingkaplah tabir antara Allah dengan orang yang shalat itu selama dia tidak sibuk dengan batuk, dan sebagainya( yaitu perkara-perkara yang dibenci dalam shalat).
19. Seseorang yang sedang melaksanakan shalat berarti mengetuk pintu Yang Maha Kuasa, sebagaimana orang yang mengetuk pintu, maka pasti akan dibukakan baginya.
20. Kedudukan shalat dalam agama adalah seperti kepala pada badan.
21. Shalat adalah cahaya hati, barangsiapa yang ingin agar hatinya bersinar, hendaklah dia menyinarinya dengan shalat.
22. Barangsiapa berwudhu dengan sempurna, kemudian melaksanakan dua atau empat rakaat shalat, baik shalat fardhu ataupun sunnat dengan khusyu dan khudhu, lalu memohon ampunan kepada Allah atas dosanya, niscaya Allah akan mengampuninya.
23. Bagian bumi yang diatasnya disebut nama Allah melaui shalat, maka bagian bumi itu akan membanggakannya kepada bagian-bagian bumi yang lain.
24. Barangsiapa berdoa kepada Allah setelah melaksanakan shalat dua rakaat, niscaya Allah mengabulkannya baik secara langsung ataupun ditangguhkan, demi kemaslahatan dirinya. Yang jelas doanya pasti diterima.
25. Barangsiapa melaksanakan shalat dua rakaat seorang diri tanpa diketahui oleh siapapun kecuali Allah dan para malaikat-Nya, maka dia akan mendapat jaminan keselamatan dari api neraka.
26.Barangsiapa melaksanakan satu shalat wajib, maka baginya satu doa yang makbul di sisi Allah.
27. Orang yang menjaga shalat lima waktu, dengan memperhatikan ruku, sujud, dan wudhu yang sempurna, maka wajib baginya surga dan haram baginya neraka.
28. Selama seorang muslim menjaga shalatnya, maka syetan akan takut padanya. Tetapi jika melalaikannya, maka syetan akan berani kepadanya dan akan menyesatkannya.
29. Amal yang paling utama adalah shalat lima waktu.
30. Shalat adalah kurbannya setiap orang yang bertaqwa.
31. Amal yang paling disukai Allah SWT. adalah shalat diawal waktu.
32. Barangsiapa pergi untuk melaksanakan shalat subuh,maka ditangannya dia membawa bendera iman. Dan barangsiapa pergi kepasar pada waktu subuh,maka di tangannya adalah bendera syetan.
33. Empat rakaat shalat sebelum shalat zuhur sama pahalanya dengan empat rakaat shalat tahajjud.
34. Empat rakaat shalat sunnat sebelum zuhur kedudukannya sama dengan empat rakaat shalat tahajjud.
35. Apabila seseorang berdiri melaksanakan shalat, maka rahmat Allah tercurah kepadanya.
36. Seutama-utamanya shalat (setelah shalat fardhu) adalah shalat pada pertengahan malam,namun sedikit sekali orang yang mengerjakannya.
37. Malaikat Jibril A.S. datang kepada saya dan berkata, "Wahai Muhhammad, berapapun lamanya engkau hidup, suatu hari pasti akan mati juga. siapapun yang engkau cintai, pada suatu hari nanti pasti engkau akan berpisah dengannya. Dan segala amalan yang engkau kerjakan (yang baik ataupun yangburuk), pasti engkau akan mendapatkan balasannya. Tidak diragukan lagi bahwa kemuliaan seorang mukmin adalah pada tahajjudnya, dan kemuliaannya juga adalah pada sifat qona'ahnya.
38. Dua rakaat shalat pada akhir malam adalah lebih utama daripada dunia dan seisinya. Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya aku akan mewajibkan kepada mereka.
39. Jagalah shalat tahajjud,karena tahajjudadalah jalan orang-orang shaleh dan jalan untuk mendekati Allah, penjaga dari perbuatan dosa, penyebab keampunan dosa, dan menyehatkan badan.
40. Allah SWT. berfirman, " Wahai anak Adam, janganlah malas melaksanakan empat rakaat shalat pada permulaan hari, niscaya aku pasti akan memenuhi seluruh keperluanmu pada hari itu.
Sesungguhnya keutamaan-keutamaan shalat dan kabar gembira bagi orang-orang yang menjaganya banyak sekali disebutkan didalam kitab-kitab hadist. Namun 40 hadist yang tersebut diatas kiranya mencukupi. Apabila ada yang ingin menghafalnya, maka dia akan mendapatkan keutamaan menghafal 40 hadist.
Dalam kitab Al Munabbihat, hafizh Ibnu Hajar rah.a. menulis :
Suatu ketika Rasulullah saw. bersabda, " tiga hal yang sangat saya cintai di dunia ini, yaitu: 1.) Wewangian, 2.) Wanita, 3.) shalat sebagai penyejuk mata."
Ketika itu, beberapa orang sahabat sedang berada di sekitar rasulullah saw. Abu Bakar shiddiq r.a. berkata, "Engkau benar, saya juga menyukai tiga hal, yaitu: 1.) memandang wajahmu, 2.) mengorbankan harta saya demi engkau, 3.) menikahkan putriku denganmu." Umar r.a. berkata : " Benar, dan saya juga menyukai tiga hal,yaitu: 1.) Memerintahkan kepada kebaikan, 2.) mencegah kemungkaran, 3.) memakai pakaian yang telah usang." Utsman r.a. berkata, " engkau benar, saya juga menyukai tiga hal,yaitu: 1.) memberi makan orang lapar, 2.) memberi pakaian orang yang telanjang, 3.) membaca Alqur'an." Ali r.a berkata : "benar, dan saya juga menyukai tiga hal, yaitu: 1.) melayani tamu, 2.) berpuasa dimusim panas, 3.) memancung kepala musuh dengan pedang."
Setelah mereka berkata demikian, malaikat Jibril a.s. datang dan berkata, " Allah SWT. telah mengutusku untuk menceritakan kepadamu tentang kesukaanku seandainya aku seorang manusia." Rasulullah saw. bersabda, "Katakanlah!" Maka malaikat Jibril a.s berkata, " Seandainya aku seorang manusia maka aku akan menyukai tiga hal, yaitu : 1.) menunjukan jalan bagi orang yang sesat, 2.) mencintai ahli ibadah yang miskin, 3.) membantu kerabat yang miskin." Dan Allah SWT. menyukai tiga hal dari hambanya, yaitu: 1.) orang yang berkorban di jalan Allah (dengan harta dan jiwa), 2.) orang yang menangis setelah melakukan suatu perbuatan dosa. 3.) orang yang bersabar dengan kemiskinannya.
Hafizh Ibnu Qayyim rah.a. menulis dalam kitab Zaadul ma'aad bahwa shalat dapat menarik rejeki,menyehatkan badan, mejauhkan penyakit,mendatangkan ketaqwaan hati, membuat wajah menjadi tampan dan bercahaya, mendatangkan ketenangan jiwa, menguatkan tubuh, menjauhkan sifat malas, melapangkan dada, menyehatkan rohani, memberikan cahaya pada hati, menjaga nikmat Allah, menghindarkan azab Allah, menjauhkan syetan, mendekatkan dii kepada ar Rahman, membei makanan pada rohani, dan menjaga kesehatan jasmani yang kedua hal ini adalah sesuatu yang sangat penting. Singkatnya, shalat menyebabkan kita terhindar dari kebinasaan di dunia dan akhirat.
3 makna hakikat syahadat
|
jembatan ampera tempo dulu
Lokasi:indonesia
Jalan Mayor Jenderal HM Ryacudu, Palembang, Indonesia







